DELTA DC | Pembaruan Terbaru Penanganan Sindrom Koroner Akut (AHA 2025)
## Pendahuluan
Pada bulan Februari 2025, *American College of Cardiology* (ACC) dan *American Heart Association* (AHA) merilis pedoman komprehensif baru untuk penanganan Sindrom Koroner Akut (SKA), yang merupakan pembaruan pertama sejak tahun 2013 untuk STEMI dan 2014 untuk NSTEMI. Pedoman ini menggabungkan rekomendasi untuk STEMI dan NSTEMI ke dalam satu dokumen terpadu serta mencakup berbagai perubahan signifikan berbasis bukti terbaru
## 1. Perubahan Paradigma Utama
### Penyatuan Pedoman STEMI dan NSTEMI
Berbeda dengan pedoman sebelumnya, dokumen 2025 menggabungkan STEMI dan NSTEMI karena penilaian awal dan perawatan lanjutan memiliki banyak kesamaan. Pedoman ini secara khusus berfokus pada pasien dengan **infark tipe 1** (akibat ruptur plak atau erosi plak), bukan pada penyebab non-aterosklerotik seperti SCAD atau vasospasme.
### Fokus pada Pasien Premenopause
AHA juga menerbitkan pernyataan ilmiah khusus tentang SKA pada wanita premenopause (Februari 2026), menyoroti bahwa kelompok ini sering mengalami keterlambatan diagnosis dan pengobatan yang kurang optimal. Penyebab non-aterosklerotik seperti *spontaneous coronary artery dissection* (SCAD) dan vasospasme lebih sering ditemukan pada populasi ini.
---
## 2. Tata Laksana Medikamentosa
### Terapi Antiplatelet Ganda (DAPT)
| Rekomendasi | Kelas | Level |
|-------------|-------|-------|
| Loading aspirin (162-325 mg) + P2Y12 inhibitor pada semua pasien SKA | I | A |
| DAPT maintenance minimal 1 tahun pada pasien risiko perdarahan rendah | I | A |
| Ticagrelor atau prasugrel direkomendasikan atas clopidogrel untuk NSTE-ACS | I | B |
| Pada pasien yang memerlukan antikoagulan oral, aspirin dihentikan setelah 1-4 minggu | I | B |
| Pengalihan dari prasugrel/ticagrelor ke clopidogrel setelah 1 bulan dapat dipertimbangkan | IIa | B |
Sumber:
Perubahan penting: Pedoman baru **tidak lagi merekomendasikan pemberian DAPT awal** (preloading) secara rutin jika angiografi direncanakan dalam 24 jam, terutama untuk memungkinkan operasi bypass pada pasien dengan penyakit tiga pembuluh darah.
### Manajemen Lipid
Pendekatan pengelolaan lipid dalam pedoman 2025 jauh lebih agresif:
- **Statin intensitas tinggi** direkomendasikan pada semua pasien SKA (Kelas I, Level A)
- **Target LDL-C baru**: Jika LDL-C 55-69 mg/dL, penambahan terapi non-statin **dapat dipertimbangkan** (Kelas IIa), terutama pada pasien dengan faktor risiko residual seperti diabetes, penyakit polivaskular, atau Lp(a) tinggi
- Jika LDL-C ≥70 mg/dL pada statin toleransi maksimal, **wajib** menambahkan agen non-statin (ezetimibe, inhibitor PCSK9, inclisiran, atau bempedoic acid) (Kelas I, Level A)
- Evaluasi ulang lipid darah dilakukan **4-8 minggu** setelah inisiasi atau penyesuaian terapi
- Pada pasien risiko sangat tinggi dengan kejadian berulang, target LDL-C <40 mg/dL dapat dipertimbangkan
---
## 3. Strategi Revaskularisasi
### Revaskularisasi Lengkap pada STEMI
Perubahan paling signifikan adalah rekomendasi **revaskularisasi lengkap** pada pasien STEMI dengan penyakit multivaskular:
- **Kelas I, Level A**: Revaskularisasi lengkap (PCI pada lesi culprit dan non-culprit yang signifikan) direkomendasikan untuk mengurangi MACE
- Dapat dilakukan **dalam satu tindakan** atau **bertahap**, dengan bukti lebih mendukung tindakan satu tahap
- **Pengecualian**: Pada anatomi kompleks (misalnya penyakit left main), diskusi *heart team* diperlukan, dan CABG mungkin lebih sesuai (Kelas IIa)
### Pendekatan Invasif pada NSTEMI
- **Kelas I**: Pendekatan invasif dengan tujuan revaskularisasi direkomendasikan selama hospitalisasi pada pasien NSTE-ACS dengan risiko iskemik sedang-tinggi (skor GRACE >109)
- **Kelas I**: Diskusi *heart team* untuk pasien dengan penyakit multivaskular kompleks untuk menentukan PCI vs CABG
### Akses Radial dan Pencitraan Intravaskular
- **Akses radial** direkomendasikan atas akses femoral (Kelas I, Level A) karena menurunkan perdarahan dan mortalitas
- **Pencitraan intravaskular** (IVUS/OCT) kini menjadi rekomendasi Kelas I, Level A untuk panduan PCI pada lesi kompleks atau left main
---
## 4. Penanganan Syok Kardiogenik dan Komplikasi Mekanik
### Syok Kardiogenik
- Revaskularisasi segera tetap menjadi rekomendasi Kelas I
- **Microaxial flow pump** (Impella) dapat dipertimbangkan pada pasien terpilih dengan mempertimbangkan risiko-perdarahan, iskemia ekstremitas, dan gagal ginjal
### Komplikasi Mekanik (Baru)
Untuk pertama kalinya, pedoman secara eksplisit menyatakan bahwa pasien dengan komplikasi mekanik (ruptur papiler, VSD) **harus dirujuk ke pusat dengan bedah jantung** untuk penanganan definitif.
---
## 5. Diagnosis dan Biomarker
### Troponin Kardiak
- **Kelas I**: Pemeriksaan troponin pada semua pasien dengan gejala sugestif SKA, terlepas dari hasil EKG awal
- Ulang troponin **3-6 jam** setelah onset gejala
- Gunakan **cut-off persentil ke-99** spesifik untuk setiap asai
- **Gunakan nilai spesifik jenis kelamin** bila tersedia
- **Kelas III (No Benefit)**: Tidak menggunakan CK-MB atau mioglobin jika troponin sensitivitas tinggi tersedia
---
## 6. Rehabilitasi Jantung dan Pencegahan Sekunder
- **Kelas I**: Rujukan ke rehabilitasi jantung rawat jalan sebelum pasien pulang untuk menurunkan mortalitas, infark berulang, dan readmisi
- Perhatian pada **depresi dan kecemasan** pasca-SKA sebagai bagian dari perawatan holistik, terutama pada wanita premenopause
---
## Tabel Ringkasan Perubahan Utama
| Aspek | Pedoman Lama (2013/2014) | Pedoman Baru (2025) |
|-------|--------------------------|---------------------|
| **Struktur** | STEMI dan NSTEMI terpisah | Digabung dalam satu dokumen |
| **DAPT Preloading** | Rutin dilakukan | Tidak direkomendasi jika angiografi <24 jam (IIb) |
| **Revaskularisasi STEMI** | Hanya lesi culprit | Revaskularisasi lengkap (Kelas I, A) |
| **Target LDL-C** | ≥70 mg/dL untuk tambahan non-statin | ≥70 mg/dL (Kelas I); 55-69 mg/dL dapat ditambahkan (Kelas IIa) |
| **Akses PCI** | Femoral dominan | Radial direkomendasikan (Kelas I, A) |
| **Pencitraan IVUS** | Kelas IIa | Kelas I, A untuk lesi kompleks |
| **Komplikasi Mekanik** | Tidak ditekankan | Harus ke pusat bedah jantung |
Sumber:
---
## Daftar Pustaka
1. Cleveland Clinic Podcast, *New Guidelines on Acute Coronary Syndromes: Key Takeaways for Cardiologists*, January 2026
2. AHA Scientific Statement, *Acute Coronary Syndromes in Premenopausal Women*, Circulation, February 2026
3. JAMA Guideline Summary, *Management of Acute Coronary Syndrome*, March 2026
4. ACC/AHA/ACEP/NAEMSP/SCAI, *2025 Guideline for the Management of Patients With Acute Coronary Syndromes*, February 2025
5. AJMC, *AHA, ACC Update Guidelines for Acute Coronary Syndrome Management*, February 2025
6. PraxisMed, *ACC/AHA Guideline Recommendations for Cardiac Troponin Testing*, February 2026
7. VinmecDr, *Cáºp nháºt hướng dẫn Há»™i chứng mạch và nh cấp tÃnh 2025*, January 2026
8. JACC Editorial, *Maturation of Lipid Management in the 2025 ACC/AHA Acute Coronary Syndrome Guideline*, 2025